Memasarkan Kentang Berkualitas ke Pasar Ritel Modern

Memasarkan Kentang Berkualitas ke Pasar Ritel Modern

Kentang termasuk bahan makanan telah dikenal luas masyarakat. Berbagai jenis dan ukur an kentang mudah didapatkan di pasar, baik pasar tradisional maupun ritel modern (supermarket, hypermarket, wholesales, dan gerai produkproduk segar). Bentuknya, umbi segar, sudah dipotong-potong dan dikemas (frozen food), serta olahan berupa camilan. Meskipun mudah dijumpai di pasar ritel modern, produksi kentang kita baru mampu memenuhi sekitar 10-12% dari kebutuhan nasional yang sekitar 10 ju ta ton/tahun. Produksi kentang 2015 mencapai 1,2 ju ta ton dan 2016 diperkirakan turun 9-10%. Pe nurunan produksi tersebut ternyata ber banding lurus dengan pertumbuhan penjualan ken tang di pasar ritel modern (supermarket, hyper market, wholesales) yang mengalami penurunan sekitar 5-6% 2014- 2015. Total penjualan 2015 sekitar 800-900 ton.

Peluang Pemasaran

Kendati jumlah penjualan di pasar ritel modern turun, kentang tetap potensial untuk digarap. Alasannya, produksi dalam negeri belum bisa me me nuhi kebutuhan nasional dan harga di tingkat petani menguntungkan. Tingkat konsumsi kita pun terus me ningkat seiring menjamurnya berbagai rumah ma kan dan beraneka makanan berbahan dasar kentang. Saat ini jenis kentang segar yang beredar di pasar ritel modern antara lain: kentang granola, kentang tees, kentang kecil (rendang), kentang diet, kentang organik, dan ken tang untuk siomay dengan berbagai merek dan kemasan. Ukuran umbi di pasar ritel modern adalah kelas A (4-5 buah/kg) dan B (6-7 buah/kg), kecuali kentang rendang (baby potato) dan kentang siomay (agak kecil). Bila kita menjadi pemasok pasar ritel modern, kita harus mampu mengelola sumber pasokan kentang, transportasi, dan berhitung secara cermat karena pembelian kentang di tingkat petani berbeda dengan pembelian oleh pasar ritel modern. Pembelian kentang ke pe tani menggunakan harga kelas campuran, sedang kan penjualan ke pasar ritel modern menyesuaikan dengan kriteria dan kelas kentang. Ka rena itu, kita harus memiliki saluran penjualan lain untuk menampung sortiran kentang yang tidak masuk kriteria dan kelas pasar ritel modern.

Cara Memasarkan

Bila ingin menjadi pemasok pasar ritel modern, kita harus siap dengan berbagai persyaratan yang diber lakukan peritel modern. Ada empat hal penting yang harus diperhatikan sebelum menawar kan/ menjual kentang kepada pasar ritel modern dan konsumen:

1. Produk: Kualitas Kentang dan Kemasan Persyaratan utama pemasok adalah mampu menyediakan kentang dengan kualitas yang prima. Kondisi: Ukuran kentang disesuaikan dengan kebutuhan pembeli pasar ritel modern (kelas A dan B), umbi tidak berlubang, tidak busuk, tidak bertunas, dalam keadaan segar, tidak mempunyai kandungan pestisida tinggi, dan bersih. Kemasan: Kentang dapat dikemas dengan ukur an (gramasi) sesuai kebutuhan pasar, misal kentang rendang 0,5 kg, kentang tees 1 kg atau 1,5 kg. Hindari kemasan styrofoam, gunakan kardus atau plastik yang berlubang. Kemasan diberikan in formasi: me rek, nama perusahaan kita, ukuran, dan informasi spe sifik lainnya, misal: kentang organik, kentang diet. Kentang dapat dipasarkan dalam bentuk ke ma san atau curah sesuai permintaan peritel. Untuk pemasaran di wholesales kentang dijual dalam ben tuk curah atau kemasan besar bila ke bisnis foodservice (hotel, restoran, katering). Sedangkan un tuk konsumen rumah tangga dapat dikemas dan hanya sedikit yang curah. Bahan kemasan bisa kan tong plastik berlubang dan diberikan label merek.

2. Harga Kentang: Penentuan harga sebaiknya disesuaikan dengan format ritel yang akan dituju. Bila ke wholesales, harga harus setara dengan harga jual di pasar tradisional karena target konsumennya adalah bisnis. Karena itu, margin tidak perlu besar, tetapi volume penjualan tinggi. Sedangkan untuk tujuan supermarket dan hypermarket, harga sebaiknya disesuaikan dengan target konsumen mereka. Semakin baik kualitas, ke masan, dan value added yang kita sajikan, semakin baik harga yang kita dapat. Bila tujuan pemasaran dan penjualan kita ke supermarket dan hypermarket, maka kualitas, kemasan, value added, dan target konsumen peritel dapat kita jadikan sebagai pertimbang an dalam menentukan harga.

3. Komunikasi dan Promosi: Untuk meningkatkan nilai jual, promosi dan komunikasi mengenai kentang kepada target konsumen sangat penting dilakukan. Caranya dengan menambahkan informasi mengenai manfaat spesifik kentang, cara pengolahan dan penyajian, serta brosur kentang. Kita juga dapat menambahkan lembaran resep. Bubuhkan pula informasi tentang usaha dan detil kontak kita. Apabila telah menjadi pemasok, kita bisa kerjasama dengan peritel dalam melakukan in-store promotion secara berkala.

4. Distribusi: Produksi, Seleksi, dan Pengiriman Salah satu kebutuhan utama peritel modern adalah ketersediaan. Karena itu pengaturan tanam, seleksi, pengemasan/penyimpanan, dan pengirim an harus dilakukan dengan cermat dan terjadwal. Kita harus mampu menyiapkan stok cukup sesuai kebutuhan gerai, mengirimkan kentang ke gerai atau pusat distribusi peritel secara terjadwal. Pengaturan tanam: produksi kentang tidak bergantung musim sehingga ketersediaan stok lebih mudah di kelola. Jika lahan kita tidak cukup, bekerja samalah dengan petani atau ke lompok tani dalam penanaman dan pe nyediaan stok. Namun, bila kita pemasok, kita dapat melakukan kerjasama untuk memastikan ketersediaan stok. Pascapanen: lakukan seleksi dan sortasi kentang sesuai standar kualitas pasar ritel modern dan lakukan pengepakan yang baik agar kualitasnya tidak turun.

Usahakan pengepakan meng gunakan karung plastik (berlubang), kentang dalam kondisi bersih dan kering. Penyimpanan: ruang penyimpanan harus kering, tidak kotor, tidak kehujanan atau kepanasan, tidak lembap, dan dalam kondisi suhu kamar. Pengiriman: lakukan pengiriman secara terjadwal dan sesuai pesanan. Usahakan pengiriman tidak menggunakan mobil pikap terbuka, tetapi ditutup terpal untuk menghindari dehidrasi. Selamat mencoba dan berkarya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *